Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, mendorong PT Pertamina (Persero) untuk terus menjaga profesionalisme serta memperketat pengawasan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, mendorong PT Pertamina (Persero) untuk terus menjaga profesionalisme serta memperketat pengawasan dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji.


‎Menurutnya, pengawasan yang ketat di seluruh lini penyaluran, mulai dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertashop, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE), hingga agen LPG, sangat penting demi menjamin ketersediaan energi yang adil dan merata bagi masyarakat.

‎“Kami mengajak Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pembenahan menyeluruh dan maksimal dalam sistem distribusi energi. Pengawasan harus semakin diperketat dari hulu hingga hilir agar distribusi BBM dan gas tetap kondusif serta terhindar dari berbagai penyimpangan,” ujar Steven dalam keterangan resminya, di Kantor DPP HPMPI, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

‎Menurutnya, profesionalisme dalam penyaluran BBM dan LPG harus terus dijaga untuk memastikan bahwa pasokan energi sampai ke masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk mencegah praktik yang dapat merugikan masyarakat, seperti penimbunan BBM, penyalahgunaan LPG subsidi, dan distribusi yang tidak tepat sasaran.

‎Steven menambahkan bahwa dengan pengawasan yang lebih ketat, kualitas layanan di Pertashop dan SPBU dapat meningkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah terpencil yang mengandalkan Pertashop sebagai sumber utama BBM berkualitas.

‎“Pertashop memiliki peran penting dalam menjangkau daerah yang jauh dari SPBU. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa sistem distribusi berjalan dengan baik, tanpa adanya hambatan yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

‎Lebih lanjut, HPMPI siap bekerja sama dengan Pertamina dalam upaya meningkatkan pengawasan dan efektivitas distribusi BBM serta LPG di seluruh Indonesia. Steven berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara Pertamina, pemerintah, dan para pelaku usaha di sektor energi agar proses distribusi dapat berjalan lancar serta sesuai dengan standar operasional yang berlaku.

‎“Kami berharap Pertamina dapat terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap seluruh mitra bisnisnya, termasuk pengusaha Pertashop dan agen LPG. Dengan koordinasi yang baik, distribusi energi akan lebih transparan dan terpercaya,” katanya.

‎Steven juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas pengawasan. Dengan sistem digitalisasi dan pemantauan berbasis data, distribusi BBM dan LPG dapat lebih terkontrol serta meminimalkan potensi penyimpangan di lapangan.

‎Pernyataan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak yang menilai bahwa pengawasan ketat dan profesionalisme dalam distribusi BBM serta LPG sangat penting guna memastikan ketersediaan energi yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.