SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wartawan memiliki peran vital dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Melalui pemberitaan yang benar, jurnalis menjadi penyalur informasi yang dapat dijadikan pegangan masyarakat dalam mengambil keputusan.

Koordinator Forum Wartawan Lokal Jawa Tengah (FWLJ), Hadi Wibowo, mengingatkan bahwa profesi wartawan tidak bisa dijalankan sembarangan.

Menurutnya, setiap insan pers wajib bekerja dengan berlandaskan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kebebasan pers diakui dan dijamin undang-undang, tetapi harus sejalan dengan tanggung jawab moral serta aturan hukum,” ucap Hadi di Semarang, Kamis (28/8/2025).

Ia menegaskan, seorang wartawan tidak boleh mencampuradukkan fakta dengan opini yang menghakimi.

Selain itu, kewajiban menjaga keseimbangan informasi juga sangat penting agar berita tidak merugikan satu pihak saja.

Prinsip verifikasi, lanjutnya, harus dijunjung tinggi sehingga setiap informasi yang disiarkan dapat dipertanggungjawabkan.

Hadi juga menyoroti pentingnya menghormati hak narasumber, menjaga privasi, serta menghindari penyebaran hoaks.

Hadi Wibowo saat memberikan sambutan dalam kegiatan orientasi wartawan yang digelar FWLJ bekerja sama dengan PWI Jateng

Hal ini, menurutnya, bagian dari upaya menjaga marwah profesi sekaligus melindungi masyarakat dari informasi yang menyesatkan.

Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 memberikan hak luas kepada wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi.

Namun, hak tersebut diiringi dengan kewajiban menghormati hukum, etika, serta nilai-nilai kemanusiaan.

“Undang-undang tidak hanya memberi ruang kebebasan, tapi juga batasan agar kebebasan itu tidak disalahgunakan,” jelasnya.

Di era digital sekarang, tantangan profesi wartawan semakin besar. Derasnya arus informasi di media sosial kerap menggoda sebagian pihak untuk tergesa-gesa menyajikan berita tanpa verifikasi.

Padahal, justru di tengah banjir informasi inilah peran wartawan profesional sangat dibutuhkan untuk menjadi penapis informasi.

Menurut Hadi, tanpa jurnalisme yang berintegritas, publik akan kehilangan arah dalam menerima informasi.

“Pers adalah salah satu tiang demokrasi. Jika kredibilitas media runtuh, maka demokrasi pun akan terganggu,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh wartawan di Jawa Tengah, khususnya yang tergabung dalam FWLJ, dapat terus menjaga integritas, profesionalitas, dan kejujuran.

Hanya dengan cara itu, wartawan bisa tetap dipercaya publik dan menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial, sarana pendidikan, hiburan, sekaligus penyambung aspirasi rakyat. (lim)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.