Merangin, BeritaMerdekaOnline.com — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) melalui Kodim 0420/Sarolangun–Bangko (Sarko) terus memperkuat peran pembinaan teritorial di berbagai lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan upacara pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara yang dipimpin langsung oleh Pasipers Kodim 0420/Sarko, Kapten Inf Suliono, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bangko, Kabupaten Merangin, Kamis pagi (15/1/2026).

Kapten Inf Suliono bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Komandan Kodim 0420/Sarko, Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han. Upacara berlangsung di dalam area lapas dengan tertib, khidmat, dan penuh suasana kebersamaan, diikuti oleh seluruh warga binaan serta petugas pemasyarakatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, serta cinta tanah air kepada warga binaan sebagai bekal moral dan mental selama masa pembinaan hingga mereka kembali ke masyarakat.

Kapten Inf Suliono memimpin upacara di Lapas Kelas II B Bangko.
Pasipers Kodim 0420/Sarko Kapten Inf Suliono memimpin upacara pembinaan kesadaran berbangsa di Lapas Bangko, Kamis (15/1/2026).

Dalam amanatnya, Kapten Inf Suliono menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam lapas maupun kelak setelah bebas.

“Upacara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana membangun karakter, disiplin, dan kesadaran berbangsa serta bernegara. Jadikan masa pembinaan ini sebagai momentum introspeksi diri dan perbaikan sikap,” ujar Suliono di hadapan warga binaan.

Ia juga mengajak warga binaan untuk mempersiapkan diri agar dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari ketaatan pada aturan lapas, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir yang lebih positif.

Pihak Lapas Kelas II B Bangko menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai keterlibatan TNI dalam pembinaan karakter warga binaan menjadi nilai tambah dalam proses rehabilitasi sosial dan mental, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara TNI, pihak Lapas, dan warga binaan dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang kondusif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut dipandang penting untuk membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya taat hukum, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air.

Upacara ditutup dengan suasana tertib dan penuh rasa hormat, mencerminkan semangat nasionalisme yang terus ditanamkan di lingkungan Lapas Kelas II B Bangko sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih baik dari dalam.

Penulis : Moh Basori.