
Tanah Datar (Sumbar), Berita Merdeka Online – Pemerintah Nagari Batipuah Ateh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, launching penanaman jagung pakan ayam, Sawah Pokok Murah (SPM), dan hortikultura yang dikelola Badan Usaha Milik Nagari (BumNag) Indo Jati Mandiri, Rabu (29/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Program Strategis Nasional di bidang ketahanan pangan.
Launching penanaman ketahanan pangan tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Batipuah, perangkat nagari, Balai Penyuluh Pertanian (BPP), jajaran Polsek Batipuah, pengurus BumNag, tokoh masyarakat, pemilik lahan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP).
Wali Nagari Batipuah Ateh Ade Putra, S.E., NL.P., dalam keterangannya mengatakan, pemerintah nagari mengalokasikan 20 persen Dana Desa dalam bentuk penyertaan modal kepada BumNag Indo Jati Mandiri dengan nilai sekitar Rp198 juta. Dana tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha pertanian yang produktif sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap dana desa yang disertakan kepada BumNag dapat dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Pengelola juga harus terus berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari, Pendamping Desa, Balai Penyuluh Pertanian, serta Forum Pimpinan Kecamatan agar pelaksanaannya berjalan dengan baik,” kata Ade.
Ia menegaskan, kerja sama antara BumNag dan masyarakat petani harus mengedepankan prinsip keterbukaan serta saling menguntungkan. Menurut dia, keuntungan usaha BumNag nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi petani, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Nagari (PAN) melalui nagari.

Direktur BumNag Indo Jati Mandiri, Riswandi Datuk Tuo, mengakui pengurus yang baru masih membutuhkan pendampingan dalam mengelola program ketahanan pangan yang bersumber dari dana negara.
“Kami berharap mendapatkan pendampingan dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah nagari, kecamatan hingga pemerintah kabupaten. Dengan begitu, kami dapat menjalankan amanah ini secara tepat, aman, dan mampu menghasilkan manfaat bagi BumNag maupun masyarakat nagari,” ujarnya.
Program penanaman jagung juga mendapat dukungan dari Kepolisian Sektor Batipuh yang dipimpin IPTU Isral Riandi Pratama, S.H. Dukungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Penanaman Jagung Serentak Nasional Kuartal II Tahun 2026 untuk mendukung target swasembada jagung nasional.
Selain itu, Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Batipuh yang dipimpin Aulia Sandi terus memberikan pendampingan teknis kepada BumNag pada setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari penanaman hingga evaluasi di lapangan.
Ade menilai pendampingan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan tersebut. Menurut dia, berbagai persoalan yang muncul di lapangan harus dibahas bersama agar dapat diantisipasi sejak dini sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.
“Kami ingin setiap kendala dapat dicari solusinya secara bersama-sama sehingga program ini berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan kemandirian ekonomi Nagari Batipuah Ateh,” kata Ade.
(Charles Nasution)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan