Bupati Solok, Jon Firman Pandu Saat Berkunjung Kantor Pusat BNPB, Jumat (25/7/2025)
JAKARTA, Beritamerdeka Online — Dalam upaya percepatan penanganan bencana di wilayahnya, Bupati Solok, Jon Firman Pandu melakukan kunjungan resmi ke Kantor Pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat, 25 Juli 2025.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Solok untuk menyampaikan langsung sejumlah kebutuhan mendesak, termasuk pengajuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Rombongan Bupati Solok disambut oleh Sekretaris Utama BNPB Rustian beserta jajaran dari direktorat teknis. Turut mendampingi Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Kabag Prokopim Setda, Nia Jon Firman Pandu, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Denny Eka Surya, Kepala Dinas PUPR, Effia Vivi Fortuna beserta jajaran, serta tokoh masyarakat Solok, Syaiful.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jon Firman Pandu memaparkan kondisi terkini di daerahnya yang tengah menghadapi dua tantangan besar, yakni peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Pantai Cermin pada Desember 2023 lalu.
“Pemerintah Kabupaten Solok telah mengajukan anggaran sebesar Rp11,88 miliar untuk mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi. Dana ini akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur, pembangunan kembali hunian warga terdampak, serta pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Jon Firman.
Menanggapi hal tersebut, BNPB menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk logistik maupun teknis. Dalam hal penanganan karhutla, BNPB membuka peluang pemberian bantuan berupa motor trail, tangki air, pompa alkon, selang, serta tenda pengungsi. Peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons di lapangan, baik dalam pemadaman api maupun evakuasi warga.
BNPB juga mendorong dibentuknya satuan tugas (satgas) darat dan udara di tingkat daerah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi kebakaran hutan yang berkelanjutan. Salah satu bentuk intervensi yang segera dijalankan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Solok, yang dijadwalkan mulai Sabtu (26/7/2025).
Untuk percepatan pengajuan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi, BNPB menekankan pentingnya pemenuhan dokumen pendukung melalui sistem e-Proposal, dengan melampirkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Selain itu, daerah juga diminta menetapkan status tanggap darurat serta menyusun rencana operasi sebagai dasar pengajuan hibah RR (rehabilitasi-rekonstruksi).
Sekretaris Utama BNPB Rustian menyambut baik inisiatif Pemkab Solok dan menyatakan komitmen lembaganya dalam mendukung penanganan bencana di daerah.
“Langkah proaktif yang diambil Pemerintah Kabupaten Solok menunjukkan keseriusan dalam melindungi masyarakatnya. BNPB siap memberikan dukungan penuh, mulai dari bantuan logistik hingga pendampingan teknis dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Rustian.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu Saat Berkunjung Kantor Pusat BNPB, Jumat (25/7/2025)
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi eskalasi risiko bencana, utamanya di tengah ancaman kekeringan dan peningkatan kejadian iklim ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kabuiaten Solok Sumatera Barat. (Nz.)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan