Kedatangan wartawan ke kediaman sang Pjs Kades awalnya bertujuan menanyakan kebenaran dugaan bahwa dana BUMDes yang sudah cair ke rekening lembaga desa diduga dipinjam ulang untuk kepentingan pribadi. Namun, pertanyaan tersebut tidak sempat disampaikan karena situasi berubah drastis.
Pada awal pertemuan, Syahrul sempat mempersilakan wartawan duduk. Namun begitu mengetahui topik yang dibawa berkaitan dengan dana BUMDes, emosinya langsung meledak.
“Bikin rumah ini tidak pakai duit kades! Kami sudah sangat pusing dia jadi Pjs kades! Mau diberhentikan besok, silakan!”
Di tengah kekacauan, seorang pasien yang datang untuk berobat meminta wartawan keluar karena keadaan tidak lagi kondusif.
Tak lama kemudian, putra Syahrul muncul dan menunjukkan ekspresi marah. Dengan tangan mengepal dan tubuh maju ke depan, ia hampir memukul wartawan sebelum ditahan ibunya.
“Tidak ada bentuk lanang ini untuk korupsi!” teriaknya.
“Sampaikan siapa yang mengadu soal bapak saya! Suruh datang kemari!”
Tinggalkan Balasan