Mukomuko, Beritamerdekaonline.com – Setelah melalui berbagai proses dan persiapan panjang, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bengkulu akhirnya berhasil membentuk PMII di Kabupaten Mukomuko.

Kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) perdana di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ulum (STAIMU) yang terletak di Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Minggu, 27 Oktober 2024.


‎Pembentukan itu ditandai dengan terlaksananya kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) perdana di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ulum (STAIMU) yang terletak di Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Minggu, 27 Oktober 2024.

‎MAPABA ini merupakan hasil rencana yang sudah lama dirancang oleh PKC PMII Bengkulu, seperti diungkapkan oleh Ketua PKC PMII Bengkulu, Sahabat Sandyya. Dalam sambutan pembukaan di aula kampus STAIMU, Sandyya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud ekspansi dan penyebaran nilai-nilai PMII di Mukomuko, sebuah kabupaten yang selama ini belum terjangkau oleh organisasi mahasiswa NU tersebut.

‎“Wacana pembentukan PMII di Kabupaten Mukomuko memang sudah digagas di periode sebelumnya, tetapi baru terlaksana pada tahun 2024 ini,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

‎Ketua panitia, Nur Kolis, menjelaskan bahwa persiapan untuk MAPABA ini telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Kegiatan diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai kampus di Kabupaten Mukomuko, yang datang dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti acara perdana ini. Kolis menyampaikan bahwa pihak panitia berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan kegiatan ini demi kelancaran acara.

‎“Persiapan sudah kami lakukan sejak tiga bulan lalu. Untuk peserta, ada 60 orang dari seluruh kampus di Kabupaten Mukomuko,” ungkap Kolis yang juga mantan Ketua PAC GP Ansor Penarik.

‎Ketua STAIMU Mukomuko, Maula Desiono, M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada alumni PMII di Kabupaten Mukomuko yang telah memberikan kepercayaan kepada STAIMU untuk menjadi tuan rumah MAPABA perdana ini. Ia merasa bangga karena kampus STAIMU yang dikenal sebagai basis Nahdliyyin di Mukomuko dapat berperan dalam sejarah pembentukan PMII di wilayah ini.

‎”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Alumni PMII Kabupaten Mukomuko terutama yang memotori pembentukan PMII di sini. Kampus STAIMU merasa terhormat diberi kepercayaan penuh menjadi tuan rumah kegiatan MAPABA PMII perdana ini,” ujarnya.

‎Kegiatan MAPABA ini menandai awal baru bagi PMII di Mukomuko, sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi pergerakan mahasiswa Islam di kabupaten tersebut. Diharapkan dengan terbentuknya PMII Mukomuko, mahasiswa di wilayah ini dapat semakin berkembang dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam yang moderat serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial, intelektual, dan keagamaan di bawah naungan PMII.