Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menggelar rilis akhir tahun untuk memaparkan capaian kerja dalam penanganan permasalahan narkoba sepanjang 2024. Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol. Deden Adriana, S.H., menyampaikan bahwa keterbukaan informasi ini bertujuan agar masyarakat dapat menilai kinerja BNN Kota Bengkulu dalam menangani penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menggelar rilis akhir tahun untuk memaparkan capaian kerja dalam penanganan permasalahan narkoba sepanjang 2024.

Tantangan dan Perubahan Pola Kejahatan Narkotika

Dalam paparannya, Kombes Pol. Deden mengungkapkan bahwa perkembangan situasi global yang cepat dan tak terduga memengaruhi pola kejahatan narkotika di Indonesia. Pergeseran sentra produksi, munculnya varian baru narkotika, serta perubahan modus operandi distribusi menuntut BNN untuk terus memperkuat strategi dan kolaborasi.

“Sebagai upaya merespons tantangan tersebut, BNN mengadopsi moral standing dengan memandang kejahatan narkotika sebagai ancaman kemanusiaan. Pendekatan represif terhadap sindikat narkoba dan rehabilitasi bagi penyalah guna menjadi fokus utama dalam pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika (P4GN),” ucapnya, di Kantor BNN Kota Bengkulu, Jumat (27/12/2024).

Kebijakan Strategis

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., telah menetapkan lima kebijakan strategis yang menjadi panduan pelaksanaan P4GN. Kebijakan tersebut meliputi:

1. Penguatan kolaborasi antarinstansi.

2. Penguatan intelijen untuk mendeteksi ancaman dini.

3. Pengawasan wilayah pesisir dan perbatasan negara.

4. Kerja sama internasional dengan negara-negara tetangga.

5. Pendekatan tematik dan ikonik yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Program Unggulan dan Capaian

Pada tahun 2024, BNN Kota Bengkulu melaksanakan berbagai program di bidang pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi, dan pemberantasan. Program-program ini berhasil menjangkau ribuan masyarakat, termasuk melalui sosialisasi P4GN kepada 6.238 orang di berbagai wilayah.

“Dalam bidang pendidikan, BNN membentuk 10 remaja teman sebaya anti narkotika, sehingga total telah terbentuk 50 remaja aktif di program ini sejak 2020. Selain itu, dua kelurahan bersinar—Lingkar Barat dan Lingkar Timur—telah dideklarasikan, menjadikan total kelurahan bersinar di Kota Bengkulu mencapai 17 kelurahan,” jelas Deden Adriana.

Di bidang rehabilitasi, Klinik Pratama Raflesia Care telah melayani 100 klien penyalah guna narkotika. Berdasarkan pengukuran WHOQOL, kualitas hidup klien meningkat hingga 72% dari target 68%. Selain itu, program pascarehabilitasi melibatkan 20 klien untuk memastikan mereka dapat kembali berkontribusi di masyarakat.

Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)

Sebagai langkah inovatif, BNN Kota Bengkulu membentuk dua lokasi IBM di Lingkar Barat dan Lingkar Timur. Program ini membantu masyarakat terdampak dengan memberikan fasilitas pelatihan produktif, baik sebagai wirausaha maupun pekerja profesional.

Deteksi Dini dan Penegakan Hukum

BNN juga melakukan tes urine di instansi vertikal seperti Bea Cukai dan KPPN Bengkulu, serta di lingkungan akademisi. Dalam pelaksanaan asesmen terpadu, dua tersangka kasus narkotika menjalani rehabilitasi dan proses hukum.

Menutup rilis akhir tahun, Kombes Pol. Deden mengimbau masyarakat Kota Bengkulu untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aktivitas positif yang sesuai hukum, demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama.

“Dengan berbagai pencapaian ini, kami BNN Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan semua pihak dalam menciptakan kota yang tanggap terhadap ancaman narkoba. Strategi berbasis kolaborasi dan intervensi berbasis masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masa depan bebas narkotika,” tutup Kepala BNN Kota Bengkulu, Kombes Pol. Deden Adriana.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.