Kabupaten Semarang — Beritamerdekaonline — Harapan Pak Imam untuk segera menempati rumah yang lebih layak semakin mendekati kenyataan. Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, kini memasuki tahap akhir rehabilitasi melalui program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga.
Tahap akhir tersebut ditandai dengan pengerjaan pengecatan rumah yang dilakukan personel Satgas TMMD bersama masyarakat, Minggu (9/8/2026).
Pengecatan dilakukan pada sejumlah bagian rumah, baik interior maupun eksterior. Dinding yang sebelumnya membutuhkan pembenahan kini mulai mendapatkan sentuhan akhir sehingga tampilan rumah perlahan berubah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam proses pengerjaan.
Personel TNI dan warga saling berbagi tugas agar pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan sesuai target.
Ada yang menyiapkan peralatan dan bahan cat, sementara lainnya mengerjakan bagian dinding rumah. Kebersamaan tersebut membuat pekerjaan terasa lebih ringan sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan antara Satgas TMMD dengan masyarakat Desa Cukil.
Bagi Pak Imam, proses tersebut bukan sekadar pekerjaan mengecat dinding. Setiap sapuan kuas menjadi tanda bahwa rumah yang selama ini membutuhkan perbaikan semakin dekat untuk kembali menjadi tempat tinggal yang layak bagi keluarganya.
Pak Imam menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian serta bantuan yang diberikan personel TNI dan masyarakat selama proses rehabilitasi.
Ia merasa bersyukur karena rumahnya mendapatkan perhatian melalui program TMMD Reguler ke-129.
Program RTLH menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kondisi masyarakat di wilayah pedesaan. Melalui rehabilitasi rumah, warga yang membutuhkan mendapatkan kesempatan untuk memiliki hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Namun, manfaat TMMD tidak hanya terlihat dari perubahan fisik bangunan.
Selama proses pengerjaan, interaksi antara prajurit dan masyarakat juga semakin mempererat semangat gotong royong. Warga turut terlibat langsung sehingga pembangunan menjadi pekerjaan bersama yang dikerjakan dengan rasa memiliki.
Pengecatan yang dilakukan pada Minggu tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum rumah Pak Imam dinyatakan selesai. Setelah sejumlah bagian mendapatkan sentuhan akhir, proses rehabilitasi diharapkan segera rampung sehingga rumah dapat kembali ditempati secara layak.
Dari sebuah rumah yang diperbaiki, TMMD menghadirkan lebih dari sekadar bangunan baru. Ada harapan, rasa aman, kebahagiaan, dan semangat kebersamaan yang ikut tumbuh di dalamnya.

Bagi Pak Imam dan keluarganya, rumah yang semakin indah menjadi awal dari kehidupan yang diharapkan lebih nyaman.
Sementara bagi Satgas TMMD, setiap rumah yang berhasil diperbaiki menjadi bagian dari pengabdian untuk masyarakat sekaligus bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat diwujudkan melalui kerja nyata.
( Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan