SEMARANG, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota Semarang akan segera memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Sekolah ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum terakomodir di sistem pendidikan formal.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan bahwa pembangunan akan dilakukan setelah ada arahan resmi dari pemerintah pusat.

“Rencananya tetap di Rowosari. Pemerintah pusat berharap bangunannya sudah bisa berdiri tahun ini. Sistem pendaftaran sudah lama disiapkan, sekarang tinggal fisik bangunan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat ini, Pemkot masih menunggu surat resmi dari pusat terkait teknis pembangunan dan rekrutmen tenaga pendidik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menjelaskan bahwa sekolah akan dibangun di atas lahan yang sebagian masih berstatus pertanian. Koordinasi dengan Kementerian Pertanian sedang dilakukan untuk menyelesaikan legalisasi lahan.

Wali Kota Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.(Foto Ist)

Sekolah Rakyat Rowosari akan melayani jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan rencana enam rombongan belajar (rombel) untuk SD, serta masing-masing tiga rombel untuk SMP dan SMA.

Untuk tahap awal, kegiatan belajar akan dilaksanakan sementara di Balai Latihan Kerja (BLK) BBPVP Semarang. Kuota awal mencakup 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.

Sementara proses verifikasi data calon siswa masih berlangsung berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Sekolah ini akan menerapkan sistem boarding school, di mana siswa tinggal di asrama dan menjalani pendidikan terpadu. Orang tua wajib menandatangani surat pernyataan kesanggupan.

“Sekolah ini tidak akan mengganggu sekolah umum karena sistem dan segmentasinya berbeda,” tegas Bambang.

Pemerintah juga akan menyesuaikan perekrutan guru berdasarkan kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat.(day)