Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Upaya menekan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu terus melakukan pencegahan, salah satunya melalui Seminar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022 yang dihelat di aula Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu.
Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos., M.H. mengatakan dari data BNN RI di Indonesia angka prevalensi setahun terakhir penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan dari 1,80 persen pada tahun 2019 menjadi 1,95 persen pada tahun 2021, dan secara umum terjadi penurunan angka prevalensi di wilayah pedesaan.
Untuk menekan angka prevalensi tersebut, pihaknya menggelar acara seminar dengan melibatkan mahasiswa STIA Bengkulu untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa tersebut agar bisa memahami tentang bahaya narkoba.
“Kami mengapresiasi pihak kampus STIA Bengkulu dan KNPI yang telah melaksanakan seminar tentang hari anti narkotika internasional 2022, moment ini sangat penting dimana generasi muda khususnya mahasiswa yang merupakan generasi yang rawan menjadi sasaran narkoba, generasi ini kedepan diharapkan oleh negara agar mereka (mahasiswa,red) bisa menentukan langkah bangsa dan negara ini, agar bisa menyongsong indonesia emas di 2045,” ujar Alex, usai memberikan materi seminar HANI, Selasa (28/06) siang.
Dirinya juga berharap dengan adanya acara ini, pihak kampus dan mahasiswa bisa membuat program-program yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba di kampus.
“Kami berharap mahasiswa di kampus ini bisa menjadi agen perubahan pelopor aktif untuk perang melawan narkoba, dan menjadikan Kota Bengkulu bisa bersih dari narkoba (BERSINAR),” harap Alex.
Pihaknya juga akan menjalin kerja sama antara BNN Kota Bengkulu dengan pihak STIA dan sama-sama menandatangani perjanjian kerja sama agar nanti bisa dibentuk satgas anti narkoba di kampus dan sinergi program lainnya.
Senada itu, Ketua STIA Bengkulu Gustini, S.E., M.M. dalam sambutannya, menyambut baik acara seminar HANI yang digelar di kampus STIA Bengkulu, pihaknya juga menyampaikan bahwa narkoba itu sangat berbahaya sehingga perlu dilakukan pencegahan melalui seminar ini.
“Kami harapkan acara seperti ini bisa terus dilakukan, dan memberikan pemahaman lebih dalam bahwa narkoba itu sangat berbahaya dan bisa merusak masa depan generasi muda khususnya mahasiswa,” harapnya. (BM)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan