SRAGEN, Berita Merdeka Online – Tahapan pengurukan menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum proses pengecoran jalan dilaksanakan dalam program TMMD Reguler ke-128 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Senin (4/5/2026).
Meski terlihat sederhana, pekerjaan ini menjadi penentu utama kualitas dan kekuatan jalan yang akan dibangun.
Pengurukan dilakukan dengan meratakan serta memadatkan badan jalan agar siap menerima lapisan cor.
Jika tahap ini tidak dilakukan secara maksimal, hasil pengecoran bisa kurang rata, mudah rusak, dan penggunaan material seperti semen maupun pasir menjadi lebih boros.
Di lokasi kegiatan, Serka Joko Murdianto turun langsung memimpin jalannya pengurukan bersama anggota Satgas TMMD dan warga setempat.
Dengan semangat gotong royong, mereka menimbun tanah, meratakan permukaan jalan, hingga memastikan kondisi tanah benar-benar padat sesuai kebutuhan.
Cangkul, sekop, dan alat sederhana lainnya terus digunakan untuk mempercepat pekerjaan.
Tanah yang sebelumnya bergelombang dan tidak rata perlahan berubah menjadi jalur yang lebih siap untuk memasuki tahap pengecoran.
Serka Joko Murdianto menegaskan bahwa pengurukan bukan hanya pekerjaan awal, melainkan fondasi utama agar hasil pembangunan jalan bisa bertahan lama.
“Kalau pengurukan tidak dilakukan dengan baik, permukaan jalan akan kurang rata dan adukan semen bisa terserap lebih banyak. Karena itu, tahap ini harus benar-benar diperhatikan supaya hasil akhirnya maksimal dan jalan lebih kuat,” ujarnya.
Menurutnya, ketelitian dalam setiap proses pembangunan sangat menentukan keberhasilan sasaran fisik TMMD.
Jalan yang nantinya digunakan masyarakat setiap hari harus dibangun dengan standar yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Pelaksanaan pengurukan di Desa Puro juga menunjukkan kuatnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Warga turut terlibat aktif dalam pekerjaan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa.
Melalui kerja sama tersebut, pembangunan jalan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan semangat kebersamaan.
Dari proses awal seperti pengurukan inilah, lahir fondasi kuat untuk jalan yang kokoh, rapi, dan nyaman dilalui masyarakat.




Tinggalkan Balasan