SEMARANG, Berita Merdeka Online — Kreativitas warga mewarnai karnaval budaya di RW 01 Wologito, Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Minggu (30/8/2026). Beragam karakter dan kesenian ditampilkan warga dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ratusan warga dari sembilan RT mengikuti rangkaian jalan sehat dan karnaval dengan mengenakan berbagai kostum serta membawa properti hasil kreasi masing-masing. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari warga RT 07 dengan mobil hias berbentuk tank.

Tank tersebut dibuat menggunakan bahan styrofoam oleh warga secara gotong royong selama sekitar satu minggu. Kendaraan hias itu membawa tokoh proklamator Soekarno-Hatta yang menjadi bagian dari konsep karnaval RT 07.

Tak hanya tank, warga RT 07 juga menghadirkan karakter pewayangan dan budaya Jawa. Punakawan, Rama-Sinta, dan Hanoman ikut ditampilkan dalam iring-iringan karnaval.

Penampilan semakin meriah dengan adanya limbukan yang diperankan oleh bapak-bapak. Sementara itu, ibu-ibu warga RT 07 turut menyemarakkan suasana melalui yel-yel yang diiringi lagu sepanjang perjalanan.

Tokoh pemuda RT 07, Radit, mengatakan seluruh penampilan dipersiapkan secara bersama-sama oleh warga. Proses pembuatan tank menjadi salah satu bagian yang membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar.

“Yang menguras tenaga adalah pembuatan mobil hias berupa tank yang terbuat dari bahan styrofoam, dibuat sekitar satu minggu oleh warga Wologito RT 07. Capek tapi puas dan terbayar dengan mendapat predikat juara,” tuturnya.

Kekompakan tersebut membuahkan hasil. RT 07 berhasil meraih juara pertama dalam lomba karnaval dan jalan sehat di wilayah RW 01 Wologito.

Ketua RW 01 Wologito, Sudarwanto, mengatakan karnaval tahun ini menjadi momentum untuk kembali menampilkan potensi seni dan budaya yang dimiliki warga.

“Ketika saya ditunjuk menjadi RW, saya berusaha bagaimana kebudayaan ini kita uri-uri (lestarikan) dan kita tampilkan lagi,” kata Sudarwanto.

Menurutnya, persiapan kegiatan dilakukan sekitar satu bulan. Warga secara mandiri mempersiapkan berbagai properti dan penampilan untuk mengikuti karnaval.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum menghidupkan kembali tradisi karnaval budaya di wilayah RW 01 yang sebelumnya pernah digelar, namun vakum sejak sekitar 1994.

Lurah Kembang Arum, Unggul Didi Setiawan, mengapresiasi antusiasme warga. Ia menilai kreativitas yang ditampilkan menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.

“Antusias warga masyarakat juga sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kita warga Indonesia masih mencintai budayanya,” kata Unggul.

Selain karnaval dan jalan sehat, kegiatan turut diramaikan puluhan UMKM warga RW 01 serta bazar Koperasi Merah Putih melalui program Pemkot Semarang, GPM Kempling Semar.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.