Barito Utara, Berita Merdeka Online — Anggota DPRD Barito Utara, Gun Sriwitanto, SH, menegaskan bahwa pemantapan infrastruktur dasar seperti jalan penghubung menuju Desa Sei Rahayu I Km 38 merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Hal ini disampaikan menanggapi keluhan warga terkait kondisi jalan yang rusak parah sehingga menghambat aktivitas ekonomi, terutama pengangkutan hasil pertanian ke Muara Teweh.
Permasalahan jalan menuju Sei Rahayu I bukan hal baru. Warga telah lama mengeluhkan jalan yang berlubang, becek, dan sulit dilalui, terutama pada musim hujan. Kondisi ini membuat petani mengalami penurunan pendapatan karena hasil panen tidak dapat dipasarkan tepat waktu.
Kepala Desa Sei Rahayu I, Suhartono Hartono, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain rusak, sebagian ruas jalan bahkan tenggelam saat banjir akibat meluapnya Sungai Pendreh.

“Kalau musim penghujan, jalan satu-satunya tenggelam. Warga tidak bisa keluar masuk. Banyak petani rugi karena hasil panen tidak bisa dijual,” ujar Suhartono.
Menanggapi kondisi tersebut, politisi PPP Gun Sriwitanto meminta pemerintah daerah melakukan pemerataan pembangunan hingga ke desa terpencil. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang baik dan merata adalah solusi utama untuk menekan kesenjangan.
“Persoalan di desa-desa sering terjadi, terutama yang jauh dari pusat kota. Keluhan warga Rahayu I ini harus segera dijawab. Pemerintah melalui PUPR perlu mengambil kebijakan cepat,” tegas Gun Sri pada Selasa (2/12/2025).
Gun Sri menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi.
Kerusakan jalan menuju Desa Sei Rahayu I dinilai semakin berdampak negatif karena akses menuju Desa Rimba Sari juga belum selesai dibenahi. Kondisi ini memperburuk mobilitas warga dan membuat biaya distribusi semakin tinggi.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti masalah tersebut agar aktivitas ekonomi, terutama sektor pertanian dan perkebunan, dapat kembali normal.
Gun Sriwitanto menegaskan bahwa infrastruktur layak adalah kunci untuk memutus isolasi desa.
“Akses jalan yang baik akan memutus isolasi, menurunkan biaya distribusi, dan membuka lapangan kerja baru. Dampaknya langsung pada pengurangan kemiskinan,” ujarnya. (Carli)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan