Muara Teweh, BeritaMerdekaOnline.com — Komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam memperluas akses energi listrik ke wilayah pelosok kembali diwujudkan. Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, secara resmi meresmikan pemancangan tiang listrik pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan jaringan kelistrikan di empat desa, yakni Desa Benangen I, Benangen II, Benangen III, dan Desa Sampirang II, Kecamatan Teweh Timur, Rabu (14/1/2026).
Kedatangan rombongan Bupati di lokasi disambut hangat oleh masyarakat melalui prosesi adat Potong Pantan (Hompong), sebuah tradisi penyambutan khas Dayak yang sarat makna penghormatan sekaligus doa agar pembangunan berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati H. Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama bagi desa-desa yang selama ini masih bergantung pada sumber penerangan terbatas.

“Listrik bukan hanya soal terang di malam hari. Listrik adalah pintu masuk peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan penggerak utama ekonomi desa. Dengan listrik, kita membuka peluang kemajuan bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak warga untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas kelistrikan yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan PLN, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat.
“Ini adalah aset bersama. Mari kita rawat agar bisa dimanfaatkan anak cucu kita nanti,” imbuhnya.
Plt. Camat Teweh Timur, Mundawan, menyebut pemancangan tiang listrik ini sebagai tonggak penting dalam sejarah pembangunan wilayahnya. Ia menilai kehadiran listrik sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Manager UP2K PLN Kalimantan Tengah, Alqindy, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dalam rangka pemerataan akses energi.
“Bagi PLN, menyambungkan listrik ke pelosok bukan sekadar proyek teknis, melainkan misi sosial untuk memerdekakan masyarakat dari kegelapan,” ujarnya.
Ia berharap dengan masuknya listrik, desa-desa di wilayah Benangen dan Sampirang dapat berkembang lebih cepat dan sejajar dengan wilayah perkotaan, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan sosial.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, para asisten Setda, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimca Teweh Timur, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dengan dimulainya pembangunan jaringan listrik ini, pemerintah daerah optimistis pemerataan pembangunan di Kecamatan Teweh Timur akan semakin kuat, memperkecil kesenjangan antarwilayah, serta membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (Carli)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan