MAJALENGKA, BERITA MERDEKA ONLINE Pekerjaan pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier (PITER) di Desa Sindanghaji, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang bersumber dari anggaran APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp100 juta, menjadi sorotan setelah kondisi fisik pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai harapan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh UPKK Tegalmerak dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari. Pekerjaan disebut telah rampung ketika dilakukan peninjauan kembali oleh pihak yang melakukan sosial kontrol dan dokumentasi.

Sorotan muncul setelah ditemukan sejumlah bagian pekerjaan yang secara kasatmata terlihat mengalami keretakan. Selain itu, kondisi adukan semen pada beberapa bagian juga dinilai rapuh ketika diinjak. Temuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kualitas material dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Namun demikian, kondisi tersebut masih sebatas temuan berdasarkan pengamatan visual di lokasi dan belum dapat disimpulkan sebagai bentuk pelanggaran atau penyimpangan sebelum dilakukan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.

Kondisi pekerjaan pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier PITER di Desa Sindanghaji Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka yang diduga mengalami keretakan.

Saat dilakukan kunjungan ke lokasi kegiatan untuk keperluan pemantauan dan dokumentasi, salah seorang pekerja yang ditemui di lapangan mengarahkan agar informasi terkait pekerjaan dikonfirmasi kepada pihak mandor.

“Langsung ke Pak Mandor saja, Pak,” ujar salah seorang pekerja saat ditemui di lokasi.

Pihak yang melakukan pemantauan kemudian menemui mandor untuk meminta penjelasan mengenai pekerjaan tersebut. Namun, mandor menyarankan agar informasi yang lebih rinci dikonfirmasi kepada Kadus Kaler/E yang disebut sebagai pihak yang mengetahui atau bertanggung jawab terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Mandor juga menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada pemerintah desa karena Kadus Kaler/E disebut kemungkinan berada di kantor Desa Sindanghaji.

Setelah melakukan komunikasi dengan mandor, pihak yang melakukan pemantauan mendatangi Kantor Desa Sindanghaji dengan harapan dapat bertemu langsung dengan Kadus Kaler/E untuk memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan perangkat desa yang ditemui, Kadus Kaler/E sedang berada di luar kantor.

Upaya menunggu dilakukan selama kurang lebih satu jam. Akan tetapi, yang bersangkutan tidak kunjung datang sehingga konfirmasi langsung belum dapat dilakukan.

Sekitar dua minggu kemudian, kunjungan kembali dilakukan ke lokasi pekerjaan. Saat itu, pekerjaan diketahui telah selesai dan dokumentasi terhadap kondisi fisik bangunan irigasi dilakukan.

Dari hasil pengamatan visual, ditemukan bagian tertentu yang terlihat mengalami keretakan. Kondisi adukan semen juga dinilai tampak rapuh ketika dilakukan pengamatan langsung di lokasi.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar munculnya dugaan bahwa kualitas pekerjaan perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan dalam dokumen kegiatan.

Upaya konfirmasi kembali dilakukan dengan mendatangi Kantor Desa Sindanghaji untuk meminta penjelasan dari Kadus Kaler/E. Namun, yang bersangkutan kembali tidak berada di tempat saat dikunjungi.

Berita Merdeka Online
Teddi Triyadi HK


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.