Pasangkayu, Berita Merdeka Online — 18 Juli 2025. Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Andrias, memanfaatkan masa reses Periode Sidang III Tahun 2025 untuk turun langsung ke Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu. Kehadirannya disambut hangat puluhan warga yang antusias menyampaikan persoalan mendasar di wilayahnya.

Dalam dialog terbuka yang digelar di balai desa, masyarakat Kalola memanfaatkan kesempatan reses ini untuk mengungkap berbagai masalah prioritas yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah, menyulitkan mobilitas warga terutama saat musim hujan. Akses air bersih yang masih terbatas juga menjadi perhatian serius, karena berdampak langsung pada kualitas hidup sehari-hari.

Andrias, Anggota DPRD Pasangkayu, berdialog dengan warga Desa Kalola saat reses masa sidang III 2025.

Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana kesehatan dasar, seperti posyandu dan tenaga medis, juga disuarakan oleh warga. Mereka berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan pelayanan publik di desa terpencil.

Menanggapi semua keluhan, Andrias menegaskan bahwa tugasnya sebagai wakil rakyat adalah menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan kebijakan daerah.

“Saya hadir di sini bukan sekadar seremonial. Setiap aspirasi bapak ibu akan saya catat, kawal, dan bawa ke rapat dewan. Saya pastikan ini disampaikan ke Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan,” tegas Andrias di hadapan warga.

Ia juga berjanji untuk memantau progres realisasi secara berkala, agar program perbaikan infrastruktur, pengadaan air bersih, hingga peningkatan layanan kesehatan benar-benar terealisasi.

Andrias, Anggota DPRD Pasangkayu, berdialog dengan warga Desa Kalola saat reses masa sidang III 2025.

 

Tak hanya itu, Andrias berencana mendorong pemerintah desa agar mengoptimalkan sumber pembiayaan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Desa. Menurutnya, anggaran tersebut harus tepat sasaran, mendukung pembangunan infrastruktur dasar, dan menyentuh kebutuhan riil warga.

“Jalan bagus, air bersih tersedia, posyandu aktif — itu hak dasar masyarakat. Tugas kami di dewan mengawal agar program itu dapat dirasakan langsung,” tambahnya.

Dialog interaktif berjalan dalam suasana akrab dan terbuka. Beberapa warga juga memberikan masukan terkait peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa, mulai dari pemberdayaan petani lokal hingga pembinaan kelompok usaha kecil.

Acara reses ditutup dengan penegasan komitmen Andrias untuk terus hadir dan mendengar suara masyarakat di daerah pemilihannya.

Laporan : Sulaeman