Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Keberadaan Forum Anak di tingkat desa dan kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Meski telah dibentuk oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), forum tersebut dinilai belum berfungsi secara optimal dalam mendukung program perlindungan anak dan perempuan di daerah.
Forum Anak sejatinya dibentuk sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan sosial, sekaligus menjadi sarana untuk menyuarakan aspirasi generasi muda terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi. Namun dalam praktiknya, keberadaan forum tersebut masih belum terintegrasi secara maksimal dalam perencanaan program pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan di sejumlah wilayah, Forum Anak belum mendapatkan ruang yang cukup dalam program kerja pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Padahal, forum tersebut diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak.

Beberapa di antaranya seperti perilaku menyimpang di kalangan remaja, kasus kekerasan terhadap anak, hingga kejahatan seksual yang belakangan menjadi perhatian serius di berbagai daerah.
Kondisi ini turut mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Febri Yurdiman, SE. Ia menilai bahwa keberadaan Forum Anak merupakan langkah positif yang harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurut Febri, Forum Anak memiliki potensi besar sebagai wadah edukasi, advokasi, serta penguatan karakter generasi muda jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan yang memadai.
“Kami sangat mendukung terbentuknya Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan sosial. Namun forum yang sudah dibentuk ini harus benar-benar difungsikan secara optimal,” ujar Febri Yurdiman.
Ia menjelaskan bahwa Forum Anak dapat berperan penting dalam meminimalisir berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak, seperti kenakalan remaja, kekerasan seksual, hingga kekerasan terhadap anak dan perempuan baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.
Namun untuk menjalankan peran tersebut secara maksimal, Forum Anak memerlukan dukungan nyata dari pemerintah daerah. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk pembentukan struktur organisasi secara administratif, tetapi juga melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Febri menilai bahwa hingga saat ini Forum Anak masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah keterbatasan dukungan anggaran dan belum adanya program kerja yang terstruktur secara jelas.
“Jika kita melihat lebih jauh, forum ini belum mendapatkan panggung yang memadai dalam rencana kerja pemerintah daerah. Padahal keberadaannya sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia,” jelasnya.
Menurutnya, apabila Forum Anak benar-benar diberdayakan secara serius, maka akan muncul dampak positif yang signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bengkulu Utara.
Ia menegaskan bahwa Forum Anak dapat menjadi sarana pendidikan sosial bagi generasi muda untuk belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dengan demikian, forum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah aspirasi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi penerus daerah.
Dalam konteks tersebut, Febri menilai bahwa DPPA Bengkulu Utara perlu mengambil langkah yang lebih strategis dalam mengembangkan Forum Anak.
Menurutnya, pembentukan forum saja tidak cukup. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa forum tersebut memiliki program kerja yang jelas serta dukungan anggaran yang memadai.
“DPPA tidak cukup hanya membentuk Forum Anak secara administratif. Forum yang sudah dibentuk harus diberdayakan secara maksimal dan didukung secara total,” tegasnya.
Dukungan tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan melalui berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan, kegiatan edukasi sosial, serta pelibatan Forum Anak dalam berbagai agenda pembangunan daerah.
Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengintegrasikan keberadaan Forum Anak ke dalam program kerja lintas sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
Febri juga menekankan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar anggota Forum Anak dapat menjalankan perannya secara efektif di tengah masyarakat.
“Keberadaan Forum Anak harus membawa visi dan misi pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia. Jangan hanya sebatas formalitas,” ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, DPRD Bengkulu Utara memastikan dukungan penuh terhadap penguatan peran Forum Anak. Menurut Febri, lembaga legislatif akan terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perlindungan anak dan perempuan.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan Forum Anak sebagai bagian penting dari strategi perlindungan sosial di Bengkulu Utara.
Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Forum Anak diharapkan mampu menjadi instrumen pencegahan dini terhadap berbagai persoalan sosial yang melibatkan anak.
“Ke depan kami berharap Forum Anak benar-benar menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak di Bengkulu Utara,” pungkasnya. (Adv)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan