SEMARANG, Berita Merdeka OnlinePemkot Semarang terus melakukan upaya pengentasan banjir, khususnya di Kecamatan Tugu dengan normalisasi Sungai Plumbon. Pembebasan lahan untuk normalisasi dijadwalkan dimulai Desember 2024.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan bahwa anggaran untuk normalisasi Sungai Plumbon sudah disiapkan oleh Kementerian PUPR dengan nilai sekitar Rp170 miliar. Namun, proyek ini menunggu penyelesaian pembebasan lahan.

“Anggarannya sudah tersedia, tapi kita harus menuntaskan pembebasan lahan terlebih dahulu. Desember nanti kita pastikan rampung agar awal 2025 bisa segera dilakukan proses lelang,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut. Ia menambahkan bahwa Pemkot akan dibantu oleh BBWS dan Kementerian dalam proses pembebasan lahan ini.

Antisipasi Sementara dan Penguatan Tanggul
Sambil menunggu pembebasan lahan, Mbak Ita meminta pemangku wilayah untuk melakukan pembersihan gulma dan sedimentasi di Sungai Plumbon. Langkah serupa telah berhasil diterapkan di Kecamatan Genuk, khususnya di Sungai Sringin dan Tenggang, yang kini tidak lagi mengalami genangan meski hujan deras.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Semarang dan BBWS telah memperkuat beberapa titik tanggul di Sungai Plumbon, terutama di wilayah Mangunharjo dan Mangkang Kulon, untuk mencegah risiko banjir sebelum normalisasi dilakukan.

Pembebasan Lahan dan Ganti Untung
Camat Tugu, Abdul Haris, menekankan urgensi proyek normalisasi ini karena masyarakat mulai jenuh dan cemas dengan ancaman banjir. Ia memastikan bahwa ada 40 bidang tanah di Mangkang Kulon dan 270 bidang di Mangunharjo yang akan mendapatkan ganti untung.

“Kami pastikan proses ganti untung selesai Desember 2024, sehingga proyek bisa dimulai awal 2025,” jelasnya.

Haris berharap dengan normalisasi sungai Plumbon ini, warga tidak lagi dihantui kekhawatiran banjir dan pembangunan bisa segera berjalan sesuai rencana.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.