SEMARANG, Berita Merdeka Online — Warga kota Semarang berbondong-bondong memadati halaman Balaikota Semarang pada Rabu (11/3) pagi untuk berbelanja di tenda-tenda Gerakan Pangan Murah di Bazar Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut Bazar Ramadan merupakan bagian dari program 240 operasi pasar yang dilaksanakan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

“Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan,” ujarnya.

Agustina mengatakan bazar tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap nyaman dan sejahtera selama bulan Ramadan hingga Lebaran.

“Bazar Ramadan ini bagian dari 240 titik pasar murah yang kita lakukan sampai dengan Lebaran. Selain itu, kami juga mengkonsolidasikan berbagai bantuan dari masyarakat untuk membantu keluarga yang membutuhkan, khususnya melalui pembagian sembako,” katanya.

Ia menjelaskan, selain pasar murah, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai program pendukung menjelang mudik Lebaran. Salah satunya dengan menyiapkan bus yang nantinya digunakan untuk menjemput pemudik asal Semarang agar perjalanan kembali tidak kosong.

Menurut Agustina, program mudik tersebut merupakan agenda tahunan Pemkot Semarang. Hingga saat ini, jumlah pendaftar pemudik yang akan difasilitasi tercatat hampir mencapai lima ribu orang.

Di sisi lain, bazar dan gerakan pangan murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Kota Semarang diketahui memiliki kontribusi besar terhadap inflasi di Jawa Tengah.

“Semarang menjadi penentu inflasi di Jawa Tengah dengan bobot sekitar 22 persen. Karena itu kita harus rajin melakukan pengendalian harga,” jelasnya.

Salah satu langkah yang dinilai efektif, lanjutnya, adalah memperbanyak gerakan pangan murah di berbagai titik hingga tingkat wilayah terkecil.

Pemkot Semarang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying agar ketersediaan bahan pokok di pasar tetap terjaga dan harga tetap stabil menjelang Lebaran.Pemkot Semarang Gelar Bazar Ramadan

Respon Masyarakat

Program bazar Ramadan dan gerakan pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Semarang mendapat respons positif dari masyarakat.

Salah satu warga, Ida dari Panca Karya, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, mengaku terbantu dengan gerakan Pangan murah yang diinisiasi Pemkot Semarang ini. Menurutnya harga bahan pangan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Ia menyampaikan ini merupakan kali kedua dirinya berbelanja di Bazar Ramadan yang digelar pemerintah tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu. Tahun kemarin juga ke sini, sekarang yang kedua kali,” katanya.

Ia mencontohkan harga ikan dori yang dibelinya Rp50 ribu untuk empat potong besar. Sementara di pasaran, satu potong kecil bisa mencapai sekitar Rp25 ribu.

“Program ini sangat membantu warga memenuhi kebutuhan Ramadan,” tandasnya.(day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.