Bangka Belitung, Beritamerdekaonline.com — Rencana konser Band Slank yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari 2026 di GOR Sahabudin, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menuai kecaman dari sejumlah warga. Penyelenggara acara, AK Entertainment, dinilai kurang menunjukkan empati terhadap penderitaan korban bencana di wilayah Aceh dan Sumatera yang hingga kini masih dalam masa pemulihan.
Salah satu warga Bangka Belitung, Ali, menyampaikan bahwa pelaksanaan konser hiburan di tengah situasi duka nasional dinilai mencederai rasa keadilan sosial dan kepedulian kemanusiaan.
“Ketika saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera masih berjuang membangun kembali rumah dan kehidupan mereka pasca-banjir bandang, justru digelar konser hiburan besar. Ini menampar akal sehat dan nurani publik,” ujar Ali, Jumat (9/1/2026) malam.

Ia menilai, persoalan ini bukan semata soal hiburan, tetapi tentang sensitivitas sosial penyelenggara dalam membaca situasi kebangsaan.
“Di atas reruntuhan rumah korban bencana, justru ada pihak yang memilih berpesta. Ini bukan lagi sekadar kelalaian moral, melainkan simbol bagaimana kepentingan ekonomi diletakkan di atas kemanusiaan,” tegasnya.
Atas dasar itu, sebagian warga mendesak Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Polda Babel, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengevaluasi bahkan menghentikan sementara pelaksanaan konser tersebut.
“Kami mendesak Forkopimda Babel bertindak. Apa yang dilakukan AK Entertainment patut dievaluasi karena berpotensi melukai rasa keadilan publik,” lanjut Ali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen AK Entertainment belum memberikan tanggapan resmi meskipun telah diupayakan konfirmasi oleh redaksi. (S4F)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan