SEMARANG, Berita Merdeka Online – Warga Kota Semarang belakangan ini dibuat resah oleh kemunculan kelompok remaja yang diduga merupakan geng motor atau kelompok kriminal jalanan (kreak) yang kian marak beraksi, terutama pada malam hingga dini hari.
Fenomena ini membuat suasana kota terasa mencekam, terlebih setelah adanya kejadian tragis yang menimpa warga yang baru pulang kerja dan menjadi korban kekerasan kelompok tersebut pada Kamis dini hari.
Kondisi ini menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat, terutama para pekerja malam seperti ojek online.

“Kami merasa cemas kalau harus bekerja hingga larut malam. Tapi karena kebutuhan hidup, kami tetap harus mencari nafkah. Situasi ini sangat meresahkan,” ujar Felix, salah satu pengemudi ojol yang biasa beroperasi malam hari di Semarang.
Ketua LSM Satriyo Pandawa Lima Jawa Tengah, Didik Agus Riyanto, turut angkat suara terkait maraknya aksi kreak.
Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukan sekadar kenakalan remaja biasa, tetapi sudah menjurus ke tindak kriminal serius yang memerlukan tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk bertindak lebih tegas. Ini sudah sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban masyarakat. Perlu ada upaya nyata dari aparat untuk mengatasi situasi ini,” kata Didik, Jumat (11/7/2025).
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
Selain itu, Didik juga mengusulkan agar pos-pos keamanan lingkungan diaktifkan kembali dan sistem ronda malam (siskamling) diperkuat.
“Polisi RW yang sudah dibentuk oleh kepolisian semestinya memiliki peran nyata di masyarakat. Kinerja Bhabinkamtibmas juga perlu ditingkatkan. Koordinasi antara aparat, warga, dan stakeholder terkait sangat diperlukan,” tegasnya.
Didik juga menyuarakan kekhawatiran bahwa kemunculan kelompok kreak ini bisa saja dimanfaatkan oleh pihak tertentu sebagai pengalihan isu.
“Ada kesan bahwa setiap kali situasi kota sedang tidak kondusif, kelompok ini tiba-tiba bermunculan, seolah sudah dikondisikan dan terkoordinasi,” ungkapnya.
Ia berharap pihak kepolisian dan pemerintah Kota Semarang segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh untuk menuntaskan persoalan ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. (dar)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan