Kabupaten Asahan, Sumatera Utara | Berita Merdeka Online – Penangkapan bandar narkoba berinisial “Ko Erwin” oleh tim Mabes Polri menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk aktivis hukum Syaiful Amri Nasution, S.H.
Menurut Syaiful, operasi yang dilakukan aparat menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberantas jaringan peredaran narkotika lintas wilayah hingga ke akar-akarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ko Erwin diduga berupaya melarikan diri menuju Malaysia saat dilakukan penindakan. Aparat melakukan penyergapan sehingga yang bersangkutan berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti.

Penangkapan ini dinilai memutus salah satu mata rantai distribusi narkotika di wilayah Sumatera Utara.
Syaiful Amri Nasution menilai keberhasilan tersebut harus diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap jalur-jalur ilegal di wilayah pesisir.
Ia menyebut sejumlah titik di Kabupaten Asahan seperti Silau Laut, Air Joman, Sei Kepayang, dan Bagan Asahan kerap disebut sebagai jalur tidak resmi. Sementara di Kota Tanjungbalai, kawasan seperti Titi Gantung dan Titi Patembo juga dinilai rawan dimanfaatkan untuk aktivitas penyelundupan.
“Penangkapan ini patut diapresiasi. Namun perlu langkah preventif dan pengawasan ketat terhadap akses-akses ilegal agar tidak dimanfaatkan untuk pelarian maupun tindak pidana lainnya,” ujar Syaiful.
Selain narkotika, Syaiful juga menyoroti potensi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dapat terjadi melalui jalur-jalur tidak resmi tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum memperkuat patroli dan koordinasi lintas lembaga guna mencegah praktik penyelundupan manusia. (DODI ANTONI)




Tinggalkan Balasan