SEMARANG, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kota Semarang merespons cepat aduan masyarakat mengenai amblasnya Jalan Jembawan I di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat.

Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang penanganan jalan amblas tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.

Disperkim melakukan survei lapangan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang pada Selasa (5/5).

Kepala Disperkim, Murni Ediati, mengatakan langkah cepat dilakukan agar penanganan tidak terlambat dan kerusakan tidak semakin meluas. Berdasarkan hasil survei, jalan amblas sepanjang sekitar 41 meter itu dipicu kondisi talud Sungai Silandak yang mengalami kemiringan dan rembesan.

“Penanganan perlu dilakukan secara komprehensif. Sumber persoalan ada pada talud, sehingga perlu ditangani terlebih dahulu agar perbaikan jalan dapat bertahan optimal,” ujarnya.

Dalam koordinasi tersebut, BBWS Pemali Juana bersama DPU Kota Semarang akan menangani perbaikan darurat talud. Setelah itu, Disperkim akan melanjutkan perbaikan badan jalan dan pengaspalan sesuai kewenangan penanganan jalan lingkungan.

Murni menegaskan pihaknya terus memperkuat komunikasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan dapat segera berjalan.

Menurutnya, percepatan penanganan menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kami terus berkomunikasi dengan BBWS agar penanganan talud dapat segera dilakukan. Setelah itu, kami siap menindaklanjuti dengan perbaikan aspal jalan demi kenyamanan dan keselamatan warga,” katanya.(day)Jalan Amblas di Kalibanteng Kulon