BENGKULU UTARA, BERITAMERDEKAONLINE.COM — Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Parmin, S.IP., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Parmin bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Menurutnya, peringatan tersebut tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan nilai kebangsaan.
“Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila, kita mantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta terus menjaga nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Parmin.
Ia menegaskan bahwa Pancasila memiliki posisi penting sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.

Parmin mengatakan, momentum 1 Oktober menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus memahami pentingnya mempertahankan persatuan Indonesia.
Menurut dia, nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam konteks kehidupan bernegara, tetapi juga diperlukan dalam membangun hubungan sosial di tengah masyarakat.
Lima prinsip Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dinilai perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Nilai-nilai Pancasila harus terus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Parmin.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki kaitan dengan rangkaian peristiwa politik dan keamanan nasional pada 1965. Dalam konteks sejarah Indonesia, 1 Oktober kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan diperingati setiap tahun.
Karena itu, Parmin mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Bengkulu Utara untuk mempelajari sejarah secara proporsional serta mengambil nilai kebangsaan dari perjalanan bangsa tersebut.
DPRD Bengkulu Utara Berkomitmen Kawal Aspirasi Masyarakat
Sebagai Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin juga menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
Ia menyebut nilai-nilai Pancasila harus menjadi salah satu landasan moral dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Menurut Parmin, aspirasi masyarakat perlu mendapatkan ruang dalam proses penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kebijakan dan regulasi yang dihasilkan pemerintah bersama DPRD diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
“DPRD Kabupaten Bengkulu Utara berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi rakyat dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Setiap kebijakan, setiap peraturan daerah, dan setiap pengawasan yang dilakukan DPRD harus berorientasi pada kepentingan rakyat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan agar perbedaan yang ada di tengah masyarakat tidak menjadi sumber perpecahan.
Bengkulu Utara merupakan daerah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang beragam. Kondisi tersebut, menurut Parmin, harus dipandang sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Ia mengajak masyarakat mengedepankan sikap saling menghormati serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik berdasarkan perbedaan suku, agama, ras maupun golongan.
“Perbedaan suku, agama, ras dan golongan di Bengkulu Utara adalah kekayaan. Dengan semangat Pancasila, perbedaan itu kita rajut menjadi kekuatan untuk membangun Bengkulu Utara yang lebih baik, lebih maju dan lebih sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, semangat persatuan perlu terus dirawat melalui komunikasi, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Pemerintah, lembaga legislatif, tokoh masyarakat dan warga memiliki peran masing-masing dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif.
Dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, Parmin turut mengajak seluruh elemen masyarakat Bengkulu Utara mengambil bagian dalam menjaga persatuan.
Ajakan tersebut ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa serta seluruh warga Bengkulu Utara.
Ia juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai paham dan tindakan yang dapat mengancam persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila 2026 ini sebagai titik tolak untuk Bengkulu Utara yang rukun, damai, dan ber-Pancasila,” tutur Parmin.
Ia berharap nilai Pancasila tidak hanya diingat ketika peringatan nasional berlangsung, tetapi benar-benar menjadi bagian dari perilaku masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
Bagi DPRD Bengkulu Utara, kata Parmin, semangat Pancasila juga harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sebagai lembaga perwakilan rakyat. Pengambilan keputusan, penyusunan regulasi, pengawasan pemerintahan, serta pembahasan kebijakan daerah harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa keberagaman Indonesia membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga persatuan.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026. Pancasila Sakti, Indonesia Jaya,” tutup Parmin.
Dengan semangat tersebut, masyarakat Bengkulu Utara diharapkan dapat terus menjaga kerukunan, menghargai perbedaan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah tanpa mengabaikan nilai-nilai kebangsaan. (Adv/Yaap)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan