SEMARANG, Berita Merdeka Online – DPC Partai Gerindra Kota Semarang menilai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merupakan persoalan serius yang berpotensi mengancam keamanan negara dan keberlangsungan pemerintahan.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, bahkan menilai tindakan tersebut mengarah pada dugaan makar. Menurutnya, penyadapan terhadap kepala negara bukan sekadar pelanggaran hukum biasa sehingga harus diusut secara menyeluruh.
Tunjung meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengungkap secara transparan motif dan pihak-pihak yang berada di balik dugaan penyadapan tersebut. Pengusutan juga perlu menelusuri siapa yang memerintahkan maupun mengoordinasikan tindakan itu.
“Kami mengecam keras karena tindakan itu bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan sudah mengarah pada tindakan makar. Kami meminta Polri mengusut dan mengungkap motif tersebut secara transparan demi keselamatan negara dan juga keberlangsungan pemerintahan,” ujar Sekretaris DPC Gerindra Kota Semarang tersebut, saat ditemui di Kantor DPRD Kota Semarang, Kamis (5/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul perkembangan perkara dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi Polri lainnya. Tunjung menilai penanganan perkara tidak boleh berhenti pada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia juga mempertanyakan kemungkinan keterlibatan pihak eksternal dalam aksi tersebut. Karena itu, penyidik diminta menelusuri seluruh rangkaian peristiwa agar latar belakang dan aktor di balik dugaan penyadapan dapat terungkap.
Selain proses pidana, Tunjung juga meminta pemeriksaan etik terhadap anggota Polri yang masih aktif segera dilakukan.
Menurutnya, sidang etik diperlukan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut. Dengan demikian, penanganan kasus dapat berjalan secara transparan dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, dugaan penyadapan terhadap Presiden harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan negara serta stabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang Herlambang Prabowo juga meminta aparat kepolisian mengungkap pihak yang menjadi otak di balik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
“Keterbukaan dalam proses penegakan hukum diperlukan agar masyarakat mengetahui motif dan pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.(day)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan