Kabupaten Semarang, Berita Merdeka Online — Di balik kokohnya bangunan yang dikerjakan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, terdapat proses pengerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Salah satunya terlihat pada pembuatan scaffolding atau steger konstruksi di lokasi sasaran fisik TMMD di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (11/8/2026).

Alih-alih menggunakan material modern, bambu masih menjadi pilihan untuk menopang proses pengerjaan bagian atas bangunan. Namun, bambu yang digunakan bukan sembarang material.
Bambu tua dengan kondisi kuat dan serat yang rapat dipilih untuk digunakan sebagai penyangga. Pemilihan tersebut dilakukan agar material mampu menopang beban selama proses pengecoran maupun pengerjaan dinding bagian atas berlangsung.
Bagi pekerja di lapangan, kualitas material menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Scaffolding harus memiliki kemampuan menopang beban dan tetap stabil selama digunakan.

Tidak hanya pemilihan material, teknik perakitan juga menjadi perhatian.
Bambu dipasang secara vertikal sebagai penyangga utama, kemudian diperkuat dengan bambu horizontal sebagai pengikat. Setiap sambungan dan ikatan diperiksa agar konstruksi tidak mudah bergeser ketika menerima beban.
Proses tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas umum tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga membutuhkan ketelitian dan pengalaman.

Warga Desa Cukil turut mengambil bagian dalam proses tersebut. Pengetahuan masyarakat mengenai karakteristik bambu menjadi nilai tambah dalam menentukan material yang layak digunakan.
Mereka mengetahui bambu mana yang cukup tua, kuat, serta sesuai untuk kebutuhan konstruksi sementara.
Sementara itu, personel Satgas TMMD bekerja bersama warga memastikan pemasangan steger dilakukan dengan cermat sehingga dapat mendukung pekerjaan di bagian bangunan yang lebih tinggi.

Kolaborasi tersebut menjadi gambaran lain dari semangat gotong royong dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-129.
Bagi masyarakat, pembangunan fasilitas desa bukan hanya pekerjaan Satgas. Warga merasa ikut memiliki proses tersebut karena terlibat sejak tahapan awal hingga penyelesaian.
Penggunaan bambu sebagai material steger juga memperlihatkan bagaimana sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara efektif. Material yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat digunakan untuk mendukung proses pembangunan, sepanjang memenuhi kebutuhan dan penerapan konstruksi yang aman.

Dengan pemilihan material yang tepat serta pengerjaan yang teliti, Satgas TMMD bersama masyarakat terus mengejar penyelesaian berbagai sasaran fisik di Desa Cukil.
Setiap tahapan dikerjakan dengan harapan pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan hasil yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Di balik bambu-bambu yang tersusun sederhana itu, tersimpan kerja keras dan ketelitian banyak orang.

Karena membangun desa bukan sekadar bagaimana sebuah bangunan bisa berdiri, tetapi bagaimana setiap prosesnya dikerjakan dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
(Ikhsan).


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.