JAKARTA, Berita Merdeka Online Dewan Pers menggelar doa bersama dan aksi solidaritas untuk lima jurnalis yang hilang kontak ketika menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kegiatan bertajukDoa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis tersebut berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026). Kegiatan dihadiri insan pers, keluarga jurnalis, organisasi pers, serta sejumlah pihak yang memberikan dukungan kepada keluarga para jurnalis yang hingga kini belum ditemukan.

Kelima jurnalis yang hilang kontak tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal cepat KM Arupadatu I ketika melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Total terdapat delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Dewan Pers menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

 

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan penghormatan kepada kelima jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik di kawasan tersebut.

Menurut Komaruddin, peristiwa itu menunjukkan bahwa proses menghasilkan karya jurnalistik, khususnya foto dan visual dari lokasi peristiwa, memiliki risiko yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

“Biasanya kita itu menikmati potret gambar, tapi kadang melupakan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkannya,” kata Komaruddin seusai kegiatan doa bersama di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Ia juga mengingatkan perusahaan pers dan wartawan agar melakukan koordinasi dengan petugas terkait apabila menjalankan peliputan di kawasan yang memiliki potensi bahaya.

Komaruddin mengatakan perhatian terhadap keselamatan wartawan perlu diberikan sejak persiapan peliputan. Ia juga meminta perusahaan pers memberikan perhatian kepada keluarga apabila wartawan mengalami musibah ketika menjalankan tugas.

Rombongan tersebut dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 ketika melakukan perjalanan menggunakan KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian melalui sejumlah sektor di wilayah perairan Banten dan Lampung. Pada hari ke-10 pencarian, area penyisiran diperluas hingga sekitar 8.509 mil laut persegi dan dibagi menjadi 10 sektor.

Pencarian melibatkan berbagai unsur dan dilakukan melalui jalur laut serta pemantauan wilayah terkait. Namun, sampai batas akhir operasi, tim belum menemukan tanda keberadaan delapan orang maupun kapal yang digunakan rombongan.

Operasi SAR gabungan kemudian secara resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama 10 hari. Pemerintah daerah dan Basarnas menyatakan pencarian dapat kembali dibuka apabila terdapat petunjuk baru atau informasi yang terkonfirmasi.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi, Retno Pinasti, dalam kegiatan tersebut turut menyampaikan penghormatan kepada kelima jurnalis yang hilang.

Ia menilai dedikasi para jurnalis tersebut berkaitan dengan upaya menghadirkan fakta visual dari sebuah peristiwa kepada masyarakat di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

“Kelima teman kita memilih untuk berjuang bahkan mempertaruhkan keselamatannya untuk mendapatkan fakta dan bukti dari sebuah peristiwa, dari sebuah bencana untuk disampaikan kepada publik,” ujar Retno.

Sementara itu, Ketua Pewarta Foto Indonesia Dwi Pambudo menyampaikan bahwa komunitas pewarta foto masih melakukan upaya pencarian secara mandiri bersama masyarakat.

Dwi berharap kelima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

Peristiwa hilangnya lima jurnalis tersebut kembali menempatkan aspek keselamatan kerja wartawan sebagai perhatian penting dalam kegiatan jurnalistik, terutama ketika melakukan peliputan di wilayah rawan bencana.

Sebelumnya, Dewan Pers telah menyampaikan seruan agar keselamatan menjadi prioritas bagi wartawan yang melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau. Dewan Pers juga mendorong koordinasi dengan petugas dan pihak berwenang sebelum melakukan kegiatan jurnalistik di wilayah berisiko.

Doa bersama yang digelar pada 21 September menjadi bentuk solidaritas komunitas pers sekaligus ruang bagi keluarga dan rekan-rekan para jurnalis untuk menyampaikan dukungan dan harapan.

Hingga kegiatan tersebut berlangsung, lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadatu I masih belum ditemukan. Informasi mengenai keberadaan mereka tetap menunggu petunjuk atau perkembangan yang dapat dikonfirmasi secara resmi. (H. Hernawan)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.