Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Pentingnya sebuah berita bukti tesis bahwa komunikasi sangat substansial dalam relasi antar manusia di seluruh komunitas manusia, baik antar individu dan atau antar institusi,
(kelompok sosial).
Hal itu disampaikan oleh Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing lewat pesan tertulisnya, di Jakarta, rabu (14/9/22).
“Jadi, harus dingat bahwa komunikasi bukan persoalan remeh-temeh,” kata Emrus.
Menurutnya, dengan komunikasi yang bernas bisa menimbulkan kohesi sosial semakin erat.
Sebaliknya, dengan komunikasi yang buruk, misalnya pilihan diksi yang tidak tepat konteks dan timing, misalnya pemakaian diksi “gerombolan” bisa timbulkan kerenggangan sosial,” tandasnya.
Selain itu, sambung Emrus, sebagai persoalan komunikasi, maka penyelesaiannya dengan pertukaran simbol verbal dan non verbal di antara partisipan komunikasi.
“Untuk menyelesaikan persoalan terkait penggunaan diksi “gerombolan,” yang mengemuka di ruang publik belakangan ini, sebagai komunikolog Indonesia, saya menyarankan agar segera dilakukan perjumpaan komunikasi antar Panglima dan Ketua DPR,” pungkas Emrus dengan solutifnya.
Sebelumnya Jenderal Andika Perkasa dan seluruh kepala staf hadir di Komisi I DPR kecuali Kepala Staf Angkatan Darat. Effendi mulanya meminta rapat Komisi I DPR saat itu digelar terbuka, termasuk soal isu-isu aktual. Effendi menyebut isu-isu terkait TNI yang diterimanya harus diluruskan. Effendi kemudian menyebut TNI seperti “gerombolan”. (@ms)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan