BREBES | Berita Merdeka Online – Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 di Lapangan Asri Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, semakin semarak. Memasuki hari keenam, Rabu (4/9/2026).
Ribuan masyarakat dari sejumlah wilayah Brebes Selatan memadati lokasi untuk menikmati pertunjukan seni dan budaya, hiburan serta sajian musik.
GBF 2026 berlangsung sejak 28 Agustus hingga 12 September 2026.
Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari Bumiayu, tetapi juga dari Kecamatan Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem.
Pada hari keenam, di sore hari panggung utama GBF menampilkan kreativitas pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.
Sejumlah sanggar seni turut tampil, di antaranya TK Bhayangkari Kalierang Bumiayu, SDN Kalierang 01, SDN Kalierang 02, SDIT Al Ambari, MI Nurul Islam Kalijurang, SDN Dukuh Tengah, Sanggar Tita Saraswati, Sanggar Gupay Katresnan dan Team Swaragini SMANSI.
Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat, kreativitas serta kecintaan terhadap seni dan budaya.
Kehadiran sanggar seni sekaligus menunjukkan peran komunitas dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya di tengah perkembangan zaman.
Kemeriahan semakin meningkat saat malam hari, panggung utama menghadirkan Jhon Leggo Rock Freedom.
Musik rock yang energik menghidupkan suasana Lapangan Asri dan mendapat sambutan antusias, terutama dari kalangan anak muda.
Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara menghadirkan hiburan yang beragam, mulai dari seni dan budaya, kreativitas pelajar dan sanggar hingga musik modern.
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH ., MH, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus hadir memeriahkan rangkaian kegiatan.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi energi positif bagi panitia untuk memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh rangkaian GBF berakhir.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus datang dan ikut memeriahkan GBF. Antusiasme masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk memberikan pelayanan dan penyelenggaraan yang terbaik,” ujar Edi.
Selain panggung hiburan, GBF 2026 juga menghadirkan stan UKM dan kuliner yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung.
Berbagai wahana Taman Ria, seperti bianglala, kora-kora, ombak banyu, komedi putar, komedi layang, atraksi motor tong setan, rumah hantu, perosotan pelangi, dan replika hewan purba menjadi daya tarik tersendiri yang ramai dikunjungi.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, aspek keamanan dan ketertiban turut menjadi perhatian.
Pengamanan di kawasan panggung dan Lapangan Asri melibatkan unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan serta panitia.
Panitia mengimbau pengunjung menjaga ketertiban, mengawasi anak-anak dan mengikuti arahan petugas selama berada di lokasi.
Dengan pelaksanaan yang masih berlangsung hingga 12 September, GBF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi muda, wadah pelestarian seni dan budaya serta penggerak aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (Wawan Bambang AK)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan