Merangin, Beritamerdekaonline.com — Kasat Reskrim Polres Merangin, IPTU Epi Koto, menegaskan akan mengusut tuntas dugaan penyebaran berita hoaks terkait pemberitaan media Dinamika Jambi berjudul “Didemo Berjilid-Jilid Mahasiswa, Polres Merangin Malah Lepas Alat Berat di Jangkat” yang terbit pada 10 Desember 2025. Ia menyebut pemberitaan tersebut telah menyesatkan publik dan menggiring opini seolah-olah kepolisian bersikap tidak profesional.

Polemik bermula dari narasi yang menyebut bahwa Polres Merangin melepas dua alat berat yang diduga terkait aktivitas PETI dan sebelumnya diamankan di Polsek Jangkat. Pemberitaan itu juga menuliskan bahwa alat berat dibawa keluar oleh pemiliknya menggunakan kendaraan terado yang dikawal mobil berpelat BK asal Sumatra Utara pada 9 Desember 2025.

Nama-nama yang muncul dalam pemberitaan itu antara lain Kapolsek Jangkat IPTU Bakri, wartawan berinisial EN, wartawan TVRI Jambi berinisial AB, serta Kasat Reskrim IPTU Epi Koto.

Kasat Reskrim Polres Merangin IPTU Epi Koto memberikan klarifikasi terkait pemberitaan hoaks dua alat berat.

Pemberitaan hoaks tersebut terbit pada 10 Desember 2025. Wawancara dengan wartawan dilakukan sebelum berita itu diterbitkan.

Kejadian berkaitan dengan dua unit alat berat yang diamankan di Polsek Jangkat, Kabupaten Merangin, Jambi.

IPTU Epi Koto menjelaskan bahwa status dua unit alat berat tersebut adalah “titip rawat barang bukti/pinjam pakai”, bukan dilepaskan atau disita kembali. Proses penyidikan masih berjalan, namun tersangka belum ditemukan sehingga Jaksa Penuntut Umum belum dapat melanjutkan proses hukum.

“Hasil gelar perkara menyimpulkan bahwa permohonan pinjam pakai dapat diakomodir, mengingat nilai ekonomis alat berat akan menurun jika dibiarkan terlalu lama,” jelas Epi Koto.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan keterangan lengkap kepada wartawan sebelum berita dirilis. Namun, pernyataan resmi Polres Merangin tidak dimuat dalam pemberitaan, sehingga menimbulkan persepsi publik yang keliru.

Selain itu, menurutnya, narasi pemberitaan tersebut berpotensi memicu kericuhan karena Aliansi Pemuda Merangin Jambi telah berencana melakukan aksi demonstrasi berdasarkan informasi yang mereka baca.

“Ini adalah penyesatan publik yang dapat menimbulkan kekacauan di masyarakat. Kami akan mengusut tuntas peristiwa ini,” tegas IPTU Epi Koto.

Penulis: Moh Basori