BREBES, Berita Merdeka Online – Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Brebes (KP2KB) terus mendorong percepatan proses pemekaran. Dalam upaya tersebut, KP2KB menggelar kegiatan sosialisasi bersama para kepala desa, ketua BPD, LPM, tokoh agama, dan masyarakat di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Sabtu (8/11/2025).
Ketua KP2KB, Imam Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi pihaknya dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pertemuan itu, KP2KB mendesak agar DPRD segera memparipurnakan usulan pemekaran wilayah Kabupaten Brebes, yang telah lama diusulkan masyarakat.
“Kami berharap tahun ini ada kepastian. Warga sudah terlalu lama menunggu. Pemekaran ini merupakan aspirasi masyarakat, bukan ambisi politik, melainkan upaya nyata untuk pemerataan pembangunan di wilayah selatan Brebes,” ujar Imam Santoso.
Ia menegaskan, kedatangan kembali KP2KB ke Semarang bukan untuk konfrontasi, melainkan sebagai bentuk pengingat agar Pemerintah Provinsi dan DPRD segera menindaklanjuti proses pengajuan pemekaran yang mandek sejak 2018.
Selain itu Imam Santoso menegaskan dan mengajak, semua pihak baik kepala desa,BPD, perangkat desa,tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis,pengusaha, petani, pedagang, guru, dan elemen masyarakat lainnya bersatu padu,bahu membahu demi terbentuknya Kabupaten Brebes Selatan.
Menurut Imam, perjalanan ini adalah bagian dari perjuangan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur. Harapan kami, pada 2026 Kabupaten Brebes dapat masuk dalam moratorium empat usulan kabupaten baru.
“Siapa pun yang memimpin nanti, harus tetap satu visi dan misi untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Imam dengan tegas.
Dukungan terhadap pemekaran Kabupaten Brebes terus menguat, terutama dari kalangan kepala desa dan berbagai elemen masyarakat lainnya .
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Salem, Slamet Beco, menyatakan bahwa sudah saatnya Gubernur Jawa Tengah menindaklanjuti aspirasi warga dengan mengajukan usulan paripurna kepada DPRD Provinsi.
“Kami mendorong gubernur agar tidak lagi menunda permohonan paripurna. Masyarakat sudah menunggu terlalu lama. Kami siap berada di garis depan mendukung perjuangan ini,” tegasnya.
Menurut Slamet, pemekaran wilayah menjadi langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes Selatan.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula Balai Desa Salem dimulai pukul 10.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh para peserta.
Acara ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar perjuangan pemekaran Brebes Selatan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (Wawan Bambang AK)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan