Kepahiang, Berita Merdeka Online Pemerintah Desa Karang Endah, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 di Balai Desa Karang Endah, Selasa (4/8/2026).

Forum tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 sekaligus wadah untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan stunting di tingkat desa.

Musdes diikuti Kepala Desa Karang Endah Anton, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kader kesehatan, tokoh masyarakat serta warga.

Dalam forum tersebut, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan pembangunan yang dinilai menjadi prioritas. Usulan yang dibahas mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur, pelayanan dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga sektor kesehatan.

Musdes dan Rembuk Stunting Desa Karang Endah Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Tahun Anggaran 2026.

Kepala Desa Karang Endah Anton mengatakan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan. Menurutnya, RKPDes tidak semestinya hanya menjadi dokumen pemerintah desa, tetapi harus mencerminkan kebutuhan warga.

“Rencana kerja desa adalah milik kita bersama, bukan hanya program pemerintah desa. Keberhasilan pembangunan dan penanganan stunting sangat bergantung pada semangat gotong royong serta kesadaran seluruh keluarga,” kata Anton.

Ia mengajak masyarakat berperan aktif dalam mendukung program pembangunan sekaligus memperhatikan kesehatan keluarga.

“Mari kita bergerak bersama, mulai dari menjaga gizi anak, kebersihan lingkungan, hingga mendukung setiap program yang disusun demi kesejahteraan masyarakat Desa Karang Endah,” lanjutnya.

Musdes menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

Setiap usulan yang disampaikan peserta selanjutnya menjadi bahan pembahasan dalam menentukan skala prioritas pembangunan desa. Pemerintah desa bersama BPD dan unsur terkait akan melakukan penyelarasan agar program yang masuk dalam RKPDes 2026 sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan desa.

Sejumlah sektor menjadi perhatian peserta, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga penguatan layanan kesehatan.

Anton menegaskan proses perencanaan dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui arah pembangunan desa sekaligus ikut mengawasi pelaksanaannya.

Selain agenda penyusunan RKPDes, forum tersebut membahas upaya percepatan pencegahan stunting.

Pembahasan diarahkan pada sejumlah langkah, antara lain peningkatan pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi, penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, perbaikan sanitasi lingkungan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kader kesehatan dan unsur masyarakat diharapkan dapat mengambil peran dalam memberikan edukasi kepada keluarga, terutama yang memiliki anak dan kelompok yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan gizi.

Pencegahan stunting juga dinilai membutuhkan kerja bersama karena persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi turut dipengaruhi kondisi lingkungan, pola asuh, pemenuhan gizi serta akses terhadap pelayanan dasar.

Dalam diskusi, peserta menyampaikan sejumlah usulan yang dianggap penting untuk dimasukkan dalam prioritas pembangunan Desa Karang Endah pada 2026.

Pemerintah desa bersama BPD dan seluruh unsur yang terlibat berkomitmen menindaklanjuti hasil musyawarah sebagai bahan penyusunan RKPDes.

Proses tersebut diharapkan menghasilkan program yang lebih terarah, transparan, akuntabel dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Musdes dan Rembuk Stunting juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, lembaga desa, pendamping, tenaga kesehatan, aparat keamanan dan masyarakat.

Dengan perencanaan yang melibatkan masyarakat sejak awal, Pemerintah Desa Karang Endah berharap pembangunan pada 2026 dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga. (Adv)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.