Beritamerdekaonline.com, Tolitoli – PT PLN (Persero) akan membangun infrastruktur ketenagalistrikan strategis berupa Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo volt (KV) yang menghubungkan Tambu–Bangkir. Proyek ini menjadi bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat pasokan listrik di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Tolitoli.

Rencana ini disosialisasikan pada Rabu (13/8/2025) di Kantor Bupati Tolitoli dan dihadiri langsung oleh Bupati H. Amran H. Yahya, Sekda Moh. Asrul Bantilan, jajaran Forkopimda, camat, kepala desa, serta pihak PLN.

Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Tengah, Kadri, menjelaskan bahwa pembangunan SUTT 150 KV Tambu–Bangkir bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik, mengurangi risiko defisit daya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan ini akan memberi manfaat besar, mulai dari pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat hingga menopang keberlangsungan industri, perdagangan, UMKM, dan layanan publik,” ujar Kadri.

Ia menambahkan, sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami manfaat, jalur, dan potensi dampak pembangunan, termasuk tahapan administrasi yang akan dilalui sebelum proyek dimulai.

Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah menyusun rencana strategis ini. Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal, merata, dan berkualitas merupakan salah satu prasyarat utama kemajuan daerah.

“Proyek SUTT 150 KV ini akan memperkuat pasokan listrik, mengurangi potensi kekurangan daya, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap pembangunan berjalan tepat waktu, ramah lingkungan, dan membawa manfaat maksimal,” tegas Bupati.

Amran juga meminta seluruh pihak, termasuk perangkat daerah, camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat, membantu kelancaran proses pembangunan, terutama dalam pembebasan lahan dan penataan ruang.

Proyek SUTT 150 KV Tambu–Bangkir akan melibatkan 49 titik tower yang tersebar di 10 desa, antara lain: Desa Kombo, Pallakawe, Abajareng, Tampiala, Paddumpu, Soni, Lempe, Bangkir, Puse, dan Dongko.

Pembangunan akan segera dimulai setelah seluruh proses administrasi selesai. Pemerintah daerah menekankan pentingnya prinsip musyawarah, keterbukaan, dan saling menghormati selama pelaksanaan.

“Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, daerah, dan PLN, kita optimistis proyek ini menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan di Tolitoli,” tutup Bupati Amran. (Alm)