Merangin, beritamerdekaonline.com — Di tengah keterbatasan dan tanpa dukungan anggaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Merangin, delapan atlet bina raga dari Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kabupaten Merangin tetap menunjukkan tekad baja. Mereka nekat berangkat ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBFI Jambi 2025 dengan modal semangat dan uang pribadi.
Pertandingan berlangsung di Rumah Kito Hotel & Resort, Kota Jambi, pada 11–12 Oktober 2025. Tanpa fasilitas memadai, para atlet membuktikan bahwa semangat dan dedikasi mampu menembus segala keterbatasan birokrasi.
Salah satu pengurus PBFI Merangin yang juga peraih medali pada Porprov XXIII Jambi 2023 mengaku kecewa atas minimnya dukungan pemerintah daerah.
“Kalau dibilang kecewa, ya kecewa. Tapi kami tetap berusaha menjaga semangat dan berharap KONI Merangin bisa segera mencairkan anggaran pembinaan,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Meski seluruh biaya latihan, transportasi, dan akomodasi ditanggung secara mandiri, semangat mereka tak surut. Bahkan, enam atlet Merangin berhasil berlaga di berbagai kelas:
- Binaraga 55 kg: Samaun
- Binaraga 60 kg: Johan Agusriawan (peraih medali emas)
- Binaraga 70 kg: Darmin
- Men’s Sport: Dua atlet
- Men’s Athletic Physique: Satu atlet
Pelatih PBFI Merangin, Satria, mengaku terharu atas perjuangan anak didiknya.
“Kami datang ke Jambi bukan dengan fasilitas, tapi dengan tekad. Anak-anak patungan, tapi tetap tampil luar biasa. Saat Johan naik podium dan membawa emas, rasanya semua lelah terbayar,” katanya.
Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet daerah tidak bisa diremehkan.
“Kalau dengan keterbatasan saja bisa bawa pulang emas, bayangkan kalau ada dukungan serius. Kami tidak minta banyak, cukup perhatian dan komitmen dari pemerintah,” tambah Satria.
Ketua KONI Merangin, Muchtar Alif, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dana pembinaan memang belum seluruhnya cair.
“Dana pembinaan dibagikan sesuai kemampuan keuangan daerah. Info dari Dispora, pencairan bisa naik SPM minggu depan,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Dispora Merangin beralasan keterlambatan pencairan disebabkan proses penatausahaan administrasi dan kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang masih berjalan. Namun, alasan klasik ini kembali menyorot lemahnya sistem pembinaan atlet di daerah.
Meski demikian, semangat para atlet PBFI Merangin patut diapresiasi. Di tengah minimnya dukungan, mereka tetap berjuang membawa nama baik daerah — membuktikan bahwa prestasi tak selalu bergantung pada besarnya anggaran, tetapi pada komitmen dan jiwa pantang menyerah.
Penulis : Moh Basori




Tinggalkan Balasan