UNGARAN, Berita Merdeka Online – UPTD SPF SD Negeri Beji 01, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kini tengah berbenah.

Sejumlah bagian bangunan sekolah direvitalisasi melalui program bantuan pemerintah pusat dengan nilai anggaran mencapai Rp1,342 miliar.

Pekerjaan tersebut terlihat mulai berjalan di lingkungan sekolah. Aktivitas para pekerja berlangsung di sejumlah titik, sementara material bangunan hasil pembongkaran maupun kebutuhan konstruksi masih tersimpan di area sekolah.

Informasi pada papan proyek menyebutkan, revitalisasi merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Direktorat Sekolah Dasar.

UPTD SPF SD Negeri Beji 01 tercatat sebagai penerima bantuan. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan P2SP dengan waktu pengerjaan selama 120 hari kalender, mulai 18 Agustus hingga 20 Desember 2026.

Anggaran program tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai bantuan sebesar Rp1.342.320.000.
Bukan Kontraktor, Pekerjaan Dikelola Sekolah

Ada hal menarik dalam pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut. Pekerjaan tidak menggunakan kontraktor sebagaimana proyek konstruksi pada umumnya, melainkan menerapkan mekanisme swakelola.

Kunarto, salah seorang pekerja di lokasi, menyampaikan bahwa pekerjaan berada dalam pengelolaan pihak sekolah.

“Sewa kelola, langsung dari sekolah. Tidak ada kontraktor,” ujarnya.

Skema tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat di sekitar sekolah untuk terlibat langsung sebagai tenaga kerja.

Dengan demikian, program revitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada warga di lingkungan sekitar sekolah.

Kepala SDN Beji 01, Retno Ristiani menunjukkan material kayu hasil bongkaran yang disimpan di belakang sekolah. (Foto: BM Jateng)

Tiga Kelas Mulai Digarap

Kepala SDN Beji 01, Retno Ristiani, S.Pd.SD., M.Pd., mengatakan terdapat enam ruang kelas yang menjadi bagian dari rencana rehabilitasi.

Namun, proses pengerjaan saat ini baru berjalan pada tiga ruang kelas. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung sekolah juga masuk dalam pekerjaan, yakni ruang guru, perpustakaan, ruang administrasi, dan ruang kepala sekolah.

“Untuk kelas ada enam kelas,” kata Retno, Kamis (3/9) lalu.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap agar aktivitas sekolah tetap dapat berjalan selama proses revitalisasi berlangsung.

Material Lama Tak Langsung Dibuang
Pembongkaran bangunan menghasilkan sejumlah material yang masih tersimpan di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah tidak serta-merta membuang barang-barang tersebut karena sebagian dinilai masih memiliki nilai guna.

Retno menjelaskan, pihak sekolah tengah mengupayakan agar material atau aset hasil pembongkaran dapat dimanfaatkan kembali untuk bangunan lain yang belum memperoleh rehabilitasi.

“Kita mau proses untuk pemanfaatan kembali karena ada bangunan tidak mendapatkan rehab,” jelasnya.

Menurut dia, pemanfaatan tersebut harus melalui mekanisme pengajuan kepada dinas terkait agar dapat diproses sebagai aset dan digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Untuk sementara, seluruh material tersebut masih disimpan di lingkungan SDN Beji 01, tepatnya di bagian belakang sekolah.

Pihak sekolah juga masih menunggu tahapan berikutnya, termasuk dukungan anggaran apabila material tersebut nantinya akan digunakan kembali.

Bangunan ruang kelas yang sedang direhab. (Foto: BM Jateng)

Ada Pendampingan dalam Pengerjaan

Dari sisi pelaksanaan, pekerjaan revitalisasi juga mendapat pendampingan dari unsur perencana serta pengawasan.

Kunarto mengatakan keberadaan pendamping dan pengawas menjadi bagian dari proses pengerjaan proyek.

“Ada pendampingan dari perencana, pengawasan juga ada,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan memperlihatkan pekerjaan struktur dan perbaikan sejumlah bagian bangunan masih berlangsung.

Pada salah satu bagian konstruksi, tulangan di area pintu disebut telah dipasang dan diikat.

“Tulangannya sudah ada semua, sudah terikat,” kata Kunarto.

Ditargetkan Rampung 20 Desember

Program revitalisasi SDN Beji 01 dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender. Jika berjalan sesuai jadwal, pekerjaan akan berakhir pada 20 Desember 2026.

Pihak sekolah berharap revitalisasi tersebut dapat memberikan perubahan nyata terhadap kondisi sarana pendidikan.

Ruang kelas dan fasilitas pendukung yang lebih baik diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman.

Di sisi lain, keterlibatan warga dalam pekerjaan juga menjadi bagian penting dari manfaat program.

Selain sekolah mendapatkan fasilitas yang diperbaiki, masyarakat sekitar turut memperoleh kesempatan bekerja selama proses revitalisasi berlangsung.

Karena proyek masih berjalan, kualitas hasil akhir dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis nantinya dapat dinilai setelah seluruh pekerjaan rampung dan melewati tahapan pemeriksaan. (liem)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.