Wonogiri, Berita Merdeka Online – Kepopuleran Murdiyanto, Kepala Desa Sugihan Bulukerto, Wonogiri, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Namun, kesaktiannya yang dipercayai oleh warga Desa Sugihan dan sekitarnya, tampaknya akan segera berakhir, mirip dengan kisah Ramayana di mana Prabu Dosomuko yang sakti mati namun bisa hidup kembali, namun karena sifat angkara murka, ia dapat dikalahkan oleh hanoman, sang kera putih yang hati dan jiwanya bersih.

Murdiyanto diduga tidak hanya terampil dalam memanipulasi data SPJ, tetapi juga cakap dalam merancang penggunaan dana desa. Sebagai contoh, proyek pembuatan Jalan Usaha Tani (JUT) di Dusun Sembung RT 04/01, Desa Sugihan, direncanakan sepanjang 1500 meter, namun yang terealisasi hanya 1070 meter, sedangkan sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Seorang narasumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyebutkan bahwa pada awal tahun 2023, saat ada pemeriksaan/audit dari Inspektorat Kabupaten Wonogiri atas tahun 2022, Murdiyanto diduga menyelewengkan dana desa sebesar Rp 250.000.000. Meskipun hanya diminta mengembalikan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Wonogiri, Murdiyanto belum mengembalikan dana tersebut. Sebutnya

Tidak hanya itu, Murdiyanto juga diduga menahan sertifikat tanah warga yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Pada tahun 2021, saat menjabat sebagai Kades, Murdiyanto membuat program penyertifikatan tanah warga dengan biaya yang sangat mahal. Biaya pembuatan sertifikat bervariasi, mulai dari Rp 7.000.000 hingga Rp 24.000.000 per bidang. Warga Desa Sugihan terpaksa membayar tanpa berani menanyakan haknya kepada Murdiyanto.

Hingga saat ini, belum ada tindakan yang diambil oleh pihak penegak hukum di Kabupaten Wonogiri terkait dugaan penyelewengan dan penahanan sertifikat tanah oleh Murdiyanto. Situasi ini mengundang pertanyaan apakah pemerintah dan aparat penegak hukum di Wilayah Wonogiri tidak mengindahkan nasib warga yang telah lama tertindas oleh praktik sewenang-wenang sang Kades.

Hingga berita Ini ditayangkan kades Murdiyanto Sugihan Bulukerto, Wonogiri, belum dapat di konfirmasi media beritamerdekaonline.com. (KTM)