SURAKARTA, Berita Merdeka Online –Tim Sparta dari Satuan Samapta Polresta Surakarta berhasil mengamankan sembilan remaja yang terlibat dalam aksi konvoi dan menggeber sepeda motor di sejumlah jalan protokol Kota Surakarta, Minggu (20/4) sore.
Aksi yang dinilai membahayakan pengguna jalan lain itu berlangsung dari Jalan Adi Sucipto hingga Jalan Letjen Suprapto.
Kasat Samapta Polresta Surakarta, Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo, SiK menjelaskan, kegiatan tersebut menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.
“Kami menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center Tim Sparta terkait adanya sekelompok pesilat yang melakukan konvoi dan membuat kegaduhan,” ujar Kompol Arfian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Tim Sparta segera menyusuri rute yang dilalui rombongan.
Di depan SMK Negeri 5 Surakarta, petugas berhasil menghadang dan membubarkan massa. Saat melakukan penyisiran lebih lanjut di kawasan Jalan Kahuripan, Kecamatan Banjarsari, sembilan remaja akhirnya diamankan.
Dalam pemeriksaan awal, diketahui bahwa para remaja tersebut merupakan bagian dari salah satu perguruan silat dan sebelumnya mengikuti kegiatan kenaikan tingkat di Lapangan Mojosongo.
Setelah kegiatan resmi selesai, mereka melanjutkan konvoi di jalan raya yang kemudian menarik perhatian warga.

Kesembilan remaja tersebut terdiri dari satu perempuan berinisial RYA (18) asal Solo dan delapan laki-laki, masing-masing FAP (18) dan BR (18) dari Boyolali, MR (18), RAS (16), ARD (17), dan RW (16) dari Karanganyar, serta OAK (17) dan RSP (19) dari Solo.
Barang bukti yang disita petugas meliputi empat lembar kain hijau, tiga atasan seragam bela diri, lima unit sepeda motor, dan tujuh unit telepon genggam.
“Kesembilan anak tersebut langsung dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk proses lebih lanjut. Mereka diserahkan ke unit Reskrim untuk dilakukan pendataan serta pembinaan,” lanjut Kompol Arfian.
Ia juga menambahkan bahwa para orang tua telah datang menjemput anak-anak mereka.
Selain itu, para remaja yang diamankan telah membuat surat pernyataan dan menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua masing-masing dengan janji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari. (lim)




Tinggalkan Balasan