Merangin, Beritamerdekaonline.com – Sabtu, 26 Oktober 2024, menjadi hari bersejarah bagi Dendik Irawan, S.H., M.H., mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma). Di tengah perayaan wisuda Unisma, Dendik dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari Program Magister Hukum Keluarga Islam dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96, yang diraihnya dalam empat semester.

Dendik, asli dari Desa Tambang Emas A1, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, menuturkan bahwa pencapaiannya ini tak lepas dari fokus pada pendidikan, tanpa target khusus menjadi lulusan terbaik. “Tidak ada niat untuk menjadi wisudawan terbaik. Saya hanya berusaha menyelesaikan kuliah tepat waktu, mengerjakan tugas dengan baik, dan selalu menghormati dosen,” ungkapnya kepada media dengan rendah hati.

Prestasi yang diraih Dendik tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mengangkat citra masyarakat di desanya dan mahasiswa asal Jambi. Menurut Dendik, capaian ini diharapkan mampu mematahkan stigma negatif terhadap pelajar dari Jambi yang sering dianggap kurang serius dalam menuntut ilmu di luar daerah. “Banyak yang mengira mahasiswa dari desa sering terhambat dalam studi. Namun, saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari pelosok, termasuk dari Jambi, juga bisa berprestasi,” jelasnya.

Wisuda Terbaik Pascasarjana Unisma, Dendik Irawan dari Jambi Cetak Prestasi Gemilang
Dendik Irawan, S.H., M.H., wisudawan terbaik Pascasarjana Unisma, Sabtu, 26 Oktober 2024, Malang.

Dendik berpesan kepada adik-adiknya dari Sumatra, khususnya yang berasal dari daerah pelosok, agar giat belajar dan tidak mudah putus asa. Menurutnya, generasi muda dari daerah merupakan calon pemimpin bangsa yang berpotensi membawa dampak besar bagi daerah asal mereka ketika kembali setelah meraih ilmu. “Mahasiswa dari daerah terpencil memiliki tanggung jawab untuk membangun daerahnya. Karena itu, jangan malas dan terus fokus pada pendidikan,” pesannya.

Dalam wawancaranya, Dendik juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua dan istrinya yang selalu memberi dukungan penuh sepanjang perjalanannya meraih gelar. Penghargaan ini, bagi Dendik, adalah wujud dari doa dan dukungan keluarga yang tiada henti. “Penghargaan ini saya persembahkan untuk orang tua dan istri tercinta, yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan,” tutupnya penuh haru.

Di Malang, keberadaan ratusan mahasiswa dari Sumatra, terutama Jambi, menjadi bukti bahwa kota ini tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan di Jawa. Dalam lingkungan akademis dan organisasi daerah, mereka saling mendukung untuk meraih cita-cita dan membawa harum nama daerah asal.

Penulis : Moh Basori